
Saat keberangkatan umrah yang ditunggu-tunggu oleh Aisyah, pemenang kedua Hijab Hunt 2017 pun tiba. Kali ini Aisyah tidak sendiri. Selain jamaah lainnya, ikut serta dalam rombongan crew dari Trans7 sebanyak 6 orang. Keberangkatan crew Trans7 sendiri merupakan bagian dari perjanjian kerja sama antara PT. Ahsanta Tours & Travel dengan Trans 7.
Kegiatan keberangkatan umrah ini direncanakan akan tayang di program “On the Spot” Trans7. Crew Trans7 yang ikut kali ini merupakan rombongan pertama dari dua rombongan yang direncanakan akan berangkat bersama PT. Ahsanta Tours & Travel.
Program umrah kali ini adalah Umrah Plus Istanbul, di mana jamaah selain akan melaksanakan kegiatan ibadah umrah di Makkah dan ziarah di Madinah, juga aka mengunjungi Istanbul selama 3 hari 2 malam dalam program tour tambahan. Total 12 hari perjalanan pun mereka nikmati dengan penuh suka cita.
Tepat jam 17.00 WIB hari Sabtu tanggal 11 November 2017, rombongan berkumpul di terminal 2 bandara Soekarno Hatta, lalu terbang menuju Istanbul menggunakan pesawat Turkish Airlines tepat jam 21.00 WIB. Esok harinya rombongan kemudian tiba di Istanbul pada jam 6 pagi waktu Turki.
Setelah selesai proses di imigrasi bandara Ataturk, di hari pertama di Istanbul, rombongan kemudian melakukan kegiatan tour mengunjungi beberapa tempat wisata, di antaranya:
Topkapi Palace (Istana Topkapi), adalah istana di Istanbul yang merupakan kediaman resmi Sultan Utsmaniyah selama lebih dari 600 tahun (1465-1856). Pembangunan istana ini dimulai pada tahun 1459 atas perintah Sultan Mehmed II. Kompleks istana terdiri dari empat lapangan utama dan banyak bangunan-bangunan kecil. Pada puncaknya, istana ini dihuni oleh 4.000 orang. Selain sebagai tempat tinggal kerajaan, istana digunakan untuk acara-acara kenegaraan dan hiburan kerajaan. Sekarang menjadi daya tarik wisata dan berisi peninggalan penting dari dunia muslim, termasuk pedang dan jubah Nabi Muhammad disimpan di dalamnya. Istana Topkapi memudar pada akhir abad ke 17 karena Sultan lebih suka menghabiskan waktu di istana baru mereka di Bosphorus. Pada tahun 1856, Sultan Abdul Majid I memindahkan kediamannya ke Istana Dolmabahçe. Setelah jatuhnya Utsmaniyah pada tahun 1921, Istana ini dijadikan museum berdasarkan dekrit pemerintah tanggal 3 April 1924. Istana ini merupakan bagian dari “Wilayah Bersejarah Istanbul”, yang merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO.
Blue Mosque (Masjid Biru), alasan penyebutan ini karena pada masa lalu interiornya berwarna biru. Masjid ini dikenal juga dengan nama Masjid Sultan Ahmed karena dibangun antara tahun 1609 dan 1616 atas perintah Sultan Ahmed I yang kemudian dimakamkan di halaman masjid. Masjid ini terletak di kawasan tertua di Istanbul, di mana sebelum 1453 merupakan pusat Konstantinopel, ibukota Kekaisaran Bizantin atau Bizantium. Berada di dekat situs kuno Hippodrome, serta berdekatan juga dengan Hagia Sophia yang sekarang diubah fungsinya menjadi museum. Dilihat dari laut, kubah dan menaranya mendominasi cakrawala kota Istanbul.
Hippodrome, merupakan pusat sosial dan olahraga di Konstantinopel, ibukota dari Kekaisaran Bizantium. Saat ini merupakan sebuah lapangan yang dinamakan Sultanahmet Meydanı (Lapangan Sultan Ahmet) yang terletak di kota Istanbul di Turki, dengan beberapa fragmen dari struktur aslinya masih terlestarikan. Kata hippodrome berasal dari kata Yunani hippos yang berarti kuda, dan dromos yang berarti jalur atau jalan. Karena alasan ini, terkadang disebut juga Atmeydanı (Lapangan Kuda) dalam bahasa Turki. Pacuan kuda dan balap kereta perang merupakan hiburan populer pada zaman dahulu dan hippodrome merupakan ciri umum kota-kota Yunani pada era Bizantium, Romawi, dan Helenistik.
Museum Hagia Sophia, berasal dari perkataan Yunani yang berarti Hikmah Suci, merupakan sebuah struktur bangunan museum yang terletak di Istanbul, Turki. Bangunan ini sering dianggap sebagai sebuah bangunan teragung dan tercantik di dunia. Pada mulanya, Hagia Sophia merupakan sebuah katedral bagi penganut Kristen Ortodoks tetapi kemudian diubah menjadi sebuah masjid oleh kerajaan Ustmaniyah pada tahun 1453 dan menjadi simbol tempat ibadah kaum muslimin selama hampir 500 tahun kala itu. Lalu ketika kerajaan Ustmaniyah berganti menjadi Republik Turki, Hagia Sophia pun berubah fungsinya menjadi museum pada tahun 1935.
Selesai melakukan kunjungan tersebut, rombongan kemudian menuju Double Tree Hilton Topkapi Hotel untuk beristirahat setelah seharian menikmati keindahan tempat wisata Istanbul.
Keesokan harinya setelah sarapan pagi di hotel, rombongan melanjutkan kegiatan tour dengan mengunjungi beberapa tempat wisata lainnya, yaitu:
Tempat Produksi Kulit, ada banyak tempat produksi kulit di Istanbul terutama untuk jaket baik bagi pria ataupun wanita. Dalam kunjungan ke Istanbul kali ini, rombongan juga menyempatkan diri untuk melihat-lihat tempat produksi kulit. Selain melihat dan mandapatkan informasi tentang pembuatan kulit, rombongan juga bisa melihat show room berbagai jenis produksi pakain dari kulit bahkan disuguhkan juga catwalk show.
Makam Abu Ayyub Al-Anshary, adalah seorang sahabat Nabi Muhammad yang sudah tua. Di antara kemuliaannya adalah singgahnya Nabi Muhammad selama kurang lebih tujuh bulan di rumahnya ketika hijrah dari Mekkah ke Madinah. ketika diketahuinya bala tentara Islam tengah bergerak ke arah Konstantinopel, Abu Ayyub Al Anshary segera memegang kuda dan membawa pedangnya, memburu syahid yang sejak lama ia dambakan. Dalam pertempuran inilah ia menderita luka berat dan meninggal dunia. Abu Ayub meminta kepada Yazid bin Muawiyah, bila ia telah meninggal agar jasadnya dibawa dengan kudanya sejauh jarak yang dapat ditempuh ke arah musuh, dan di sanalah ia akan dikebumikan. Dan wasiat Abu Ayub itu pun dilaksanakan oleh Yazid, di jantung kota Konstantinopel yang sekarang yang sekarang bernama Istanbul.
Bosphorus, adalah sebuah selat yang memisahkan Turki bagian Eropa dan bagian Asia, menghubungkan Laut Marmara dengan Laut Hitam. Selat ini memiliki panjang 30 km, dengan lebar maksimum 3.700 meter pada bagian utara, dan minimum 750 meter antara Anadoluhisarı dan Rumelihisarı. Kedalamannya bervariasi antara 36 sampai 124 meter. Ada dua jembatan yang menyeberangi Selat Bosphorus, yang pertama adalah Jembatan Bosphorus memiliki panjang 1.074 meter dan diselesaikan pada 1973. Yang kedua, Jembatan Fatih Sultan Mehmet dengan panjang 1.090 meter dan diselesaikan pada 1988 sekitar 5 km sebelah utara jembatan pertama. Rombongan Ahsanta melakukan perjalanan di atas selat Bosporus ini dengan menggunakan Cruise Boat.
Bukit Camlica, adalah sebuah bukit di distrik Üsküdar, Istanbul berada di bagian Asia dari kota tersebut dengan ketinggian 268 m (879 ft) di atas permukaan laut, Bukit Çamlıca menyuguhkan pemandangan indah dari bagian selatan Bosphorus dan mulut Tanduk Emas. Disana, terdapat rumah-rumah teh yang dirancang bersejarah, kafe-kafe dan sebuah restoran di dalam sebuah taman publik dengan pohon-pohon, taman-taman bunga dan air mancur monumental, yang dijalankan oleh Munisipalitas Metropolitan.
Setelah melakukan kunjungan ke tempat-tempat wisata tersebut, kemudian rombongan kembali ke hotel untuk bermalam. Pagi harinya setelah sarapan, rombongan melanjutkan kegiatan tournya ke:
Turkish Delight Shop, sebuah tempat yang merupakan pusat penjualan kembang gula dan sejenisnya yang sangat terkenal di Istanbul.
Taksim Square, terletak di Beyoğlu di bagian Eropa Istanbul yang merupakan kawasan wisata dan hiburan utama yang terkenal dengan restoran, pertokoan, dan hotelnya. Hal ini dianggap sebagai jantung kota Istanbul modern, dengan stasiun pusat Istanbul Metro. Taksim Square juga merupakan lokasi Monumen Republik yang dibuat oleh Pietro Canonica dan diresmikan pada tahun 1928. Monumen tersebut memperingati ulang tahun ke 5 yayasan Republik Turki pada tahun 1923, setelah Perang Kemerdekaan Turki.
Istiqlal Street, atau Jalan Kemederkaan adalah salah satu jalan paling terkenal di Istanbul, yang dikunjungi oleh sekitar 3 juta orang dalam satu hari sepanjang akhir pekan. Terletak di distrik Beyoğlu (Pera), jalan tersebut merupakan sebuah jalan pedestrian yang elegan dengan panjang 1.4 kilometer. Jalan tersebut, yang dikelilingi oleh bangunan era Utsmaniyah (sebagian besar dari abad ke-19 dan awal abad ke-20) dirancang dengan gaya Neo-Klasik, Neo-Gothik, Kebangkitan Renaissance, Beaux-Arts, Art Nouveau dan Arsitektur Nasional Turki Pertama.
Pada hari ketiga ini rombongan juga diberikan kesempatan untuk Shopping Time sampai kemudian malam datang lalu menuju bandara untuk selanjutnya melakukan perjalanan ke Saudi Arabia.
Rombongan Ahsanta kali ini tiba di Madinah. Berada di sana selama lebih kurang 3 hari. Selain mengunjungi Raudhah dan kuburan Rasulullah, rombongan juga diajak mengunjungi tempat-tempat bersejarah lainnya seperti masjid Quba dan tempat Syuhada Uhud serta juga diberikan waktu untuk bisa belanja dan mencicipi kurma Madinah. Di samping itu, rombongan terus dibimbing agar bisa memperbanyak kegiatan ibadahnya selama di Madinah Al Munawwarah. Karena kedatangan ke tanah suci tentunya hal utama yang terpenting adalah bagaimana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salah satu keutamaah tanah suci dengan tersedianya tempat-tempat maqbul doa yang tidak dimiliki oleh tempat lain di seluruh dunia. Di Madinah, tempat yang maqbul doa yang paling terkenal adalah Raudhah.
Dari Madinah rombongan kemudian menuju Bir Ali untuk mengambil Miqat yang diteruskan dengan perjalanan menuju Makkah Al Mukarramah, setibanya di Makkah, rombongan melakukan checkin hotel dan selanjutnya melakukan umrah pertama. Selama di Makkah jamaah juga diberikan fasilitas ziarah ke padang Arafah, melihat-lihat Mina, Muzdalifah dan lain sebagainya. Di samping itu, rombongan juga diajak untuk melakukan umrah ke dua dengan cara keluar ke Tan’im untuk mengambil miqat kembali.
Selama di Madinah dan di Makkah, rombongan juga disuguhkan pelayanan maksimal baik dari sisi pelayanan tekhnis maupun dari sisi bimbingan ibadah. Selama perjalanan umrah, semua kegiatan rombongan didokumentasikan secara audio visual. Dokumentasi ini selain akan ditampilkan pada tayangan “On the Spot” Trans7 juga akan dibuatkan video dokumentasi yang akan diberikan kepada jamaah Ahsanta secara gratis sebagai bagian yang tak terpisahkan dari pelayanan yang diberikan oleh PT. Ahsanta Tours & Travel.
Pagi hari Selasa tanggal 21 November 2017, rombongan berangkat menuju Jeddah, melakukan city tour, kemudian terbang menuju Jakarta. Dan tiba di bandara Soekarno Hatta pada sore hari Rabu tanggal 22 November 2017.
